SATU hal yang paling sulit dilakukan adalah menolak keinginan orang yang kita cintai. Kasus SRT di Tangerang, bisa menjadi contoh. Banyak sekali alasan, mengapa remaja terutama perempuan sulit menolak keinginan pacar. Entah karena takut kehilangan pacar, pacar mengancam memutus hubungan, atau karena teman-teman lain sudah biasa melakukan, atau karena "diam" dianggap sebagai tanda setuju.Akibatnya banyak hubungan seksual (Hus) pertama terjadi karena "kecelakaan" atau belum sepenuhnya disetujui kedua pihak. Data konseling remaja di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menunjukkan, 75 persen Hus pertama tidak direncanakan, artinya tiga dari empat remaja yang Hus pertama kali, sebenarnya belum siap dengan keputusannya.
Rentetan akibatnya amat panjang. Perasaan bersalah tak berkesudahan, kehamilan yang tidak dikehendaki harus dialami, tertular penyakit menular seksual seperti GO, siphilis, AIDS, kalau ber-Hus-nya dengan orang yang sudah terinfeksi. Lalu mengapa sulit untuk bilang "tidak".
Pertama, untuk orang yang pede (percaya diri)-nya tinggi, kayaknya mengatakan "tidak" cukup mudah. Tetapi bagi mereka yang kurang pede, menolak merupakan pekerjaan yang maha sulit. Percaya diri ini berhubungan dengan yang namanya self esteem, yaitu kemampuan untuk menghargai diri sendiri. Bila seseorang merasa puas dengan kepribadian, kemampuan, atau penampilannya, dia akan lebih menghargai dan menerima diri. Tidak khawatir enggak dapat pacar lagi, enggak takut beda dengan teman-temannya. Dia akan lebih mudah juga menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsipnya.
Kedua, pede sudah punya, prinsip juga sudah punya, tetapi sulit bicara, karena khawatir akan nyakitin orang lain, enggak tahu gimana ngomongnya. Masalah ini berkaitan dengan keterampilan berkomunikasi. Banyak orang yang pinter, tetapi sulit mengungkapkan dalam kata-kata. Sebaliknya, ada yang pinter ngomong tetapi enggak ada isinya. Keterampilan berkomunikasi berkait dengan latihan. Makin banyak bergaul dan makin banyak menghadapi situasi di mana seseorang harus ngomong dengan orang lain, makin terampil dia berbicara.
Ketiga, ada kesalahan dalam menangkap pesan. Banyak remaja laki-laki mengartikan diam sebagai setuju. Sebaliknya, banyak remaja perempuan mengartikannya sebagai ragu-ragu atau tidak setuju. Lho kok bisa terjadi? Ini yang dinamakan stereotype, maksudnya perilaku laki-laki dan perempuan digolongkan dalam jenis tertentu. Contohnya, remaja lelaki adalah pengambil inisiatif, yang memulai. Sementara remaja perempuan menunggu inisiatif, tidak mendahului. Akibatnya si lelaki percaya, sebenarnya perempuan "mau" tetapi "malu", karena si perempuan terbiasa tidak mengungkapkan keinginannya lebih dahulu, sehingga lupa untuk menanyakan keinginan sang pacar.
Ada beberapa trik yang bisa dipelajari agar komunikasi berjalan seperti yang diinginkan, si cowok enggak salah tangkap dan si cewek mampu berkata tidak. Taktik itu disebut negosiasi. Negosiasi berarti proses tawar menawar antara dua orang dengan syarat keduanya berada dalam posisi setara. Tidak ada yang merasa terpaksa atau tertekan.
Untuk menyampaikan keinginan, ada beberapa cara. Pertama, pasif alias tidak mampu mengungkapkan keinginan yang sebenarnya, merasa tidak berhak menolak dan berharap agar pacar-lah yang mengerti. Reaksi yang muncul biasanya nangis, diam tidak bicara, pergi meninggalkan pacar, atau nurut keinginan pacar.
Kedua, agresif, kebalikan dari pasif, ngotot agar orang lain menuruti keinginan kita, tidak mampu melihat bahwa orang lain punya hak untuk berpendapat juga. Bisa dibayangkan reaksi apa yang bisa terjadi, mulai dari teriak, marah, mengancam, mengumpat, sampai memukul.
Ketiga, asertif. Artinya mampu menyampaikan dengan jelas keinginan kita sekaligus tahu bahwa kita dan pacar, sama-sama punya hak untuk berpendapat. Komunikasi asertif inilah yang paling ideal untuk dilakukan. Persoalan yang paling banyak ditanyakan remaja adalah bagaimana "cara ngomong-nya". Bagaimana cara menyampaikan keinginan tanpa nyakitin atau malah menimbulkan pertengkaran di belakang. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diikuti.
Terima kasih . Semoga Bermanfaat .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar