Ucapan Selamat Datang

Selamat Datang Di Blog NIKEN ARIFIA Semoga Anda Senang Dan Bermanfaat Bagi Anda

Selasa, 17 November 2015

Say No To Hus

SATU hal yang paling sulit dilakukan adalah menolak keinginan orang yang kita cintai. Kasus SRT di Tangerang, bisa menjadi contoh. Banyak sekali alasan, mengapa remaja terutama perempuan sulit menolak keinginan pacar. Entah karena takut kehilangan pacar, pacar mengancam memutus hubungan, atau karena teman-teman lain sudah biasa melakukan, atau karena "diam" dianggap sebagai tanda setuju.Akibatnya banyak hubungan seksual (Hus) pertama terjadi karena "kecelakaan" atau belum sepenuhnya disetujui kedua pihak. Data konseling remaja di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menunjukkan, 75 persen Hus pertama tidak direncanakan, artinya tiga dari empat remaja yang Hus pertama kali, sebenarnya belum siap dengan keputusannya.
Rentetan akibatnya amat panjang. Perasaan bersalah tak berkesudahan, kehamilan yang tidak dikehendaki harus dialami, tertular penyakit menular seksual seperti GO, siphilis, AIDS, kalau ber-Hus-nya dengan orang yang sudah terinfeksi. Lalu mengapa sulit untuk bilang "tidak".

Pertama, untuk orang yang pede (percaya diri)-nya tinggi, kayaknya mengatakan "tidak" cukup mudah. Tetapi bagi mereka yang kurang pede, menolak merupakan pekerjaan yang maha sulit. Percaya diri ini berhubungan dengan yang namanya self esteem, yaitu kemampuan untuk menghargai diri sendiri. Bila seseorang merasa puas dengan kepribadian, kemampuan, atau penampilannya, dia akan lebih menghargai dan menerima diri. Tidak khawatir enggak dapat pacar lagi, enggak takut beda dengan teman-temannya. Dia akan lebih mudah juga menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsipnya.

Kedua, pede sudah punya, prinsip juga sudah punya, tetapi sulit bicara, karena khawatir akan nyakitin orang lain, enggak tahu gimana ngomongnya. Masalah ini berkaitan dengan keterampilan berkomunikasi. Banyak orang yang pinter, tetapi sulit mengungkapkan dalam kata-kata. Sebaliknya, ada yang pinter ngomong tetapi enggak ada isinya. Keterampilan berkomunikasi berkait dengan latihan. Makin banyak bergaul dan makin banyak menghadapi situasi di mana seseorang harus ngomong dengan orang lain, makin terampil dia berbicara.

Ketiga, ada kesalahan dalam menangkap pesan. Banyak remaja laki-laki mengartikan diam sebagai setuju. Sebaliknya, banyak remaja perempuan mengartikannya sebagai ragu-ragu atau tidak setuju. Lho kok bisa terjadi? Ini yang dinamakan stereotype, maksudnya perilaku laki-laki dan perempuan digolongkan dalam jenis tertentu. Contohnya, remaja lelaki adalah pengambil inisiatif, yang memulai. Sementara remaja perempuan menunggu inisiatif, tidak mendahului. Akibatnya si lelaki percaya, sebenarnya perempuan "mau" tetapi "malu", karena si perempuan terbiasa tidak mengungkapkan keinginannya lebih dahulu, sehingga lupa untuk menanyakan keinginan sang pacar.

Ada beberapa trik yang bisa dipelajari agar komunikasi berjalan seperti yang diinginkan, si cowok enggak salah tangkap dan si cewek mampu berkata tidak. Taktik itu disebut negosiasi. Negosiasi berarti proses tawar menawar antara dua orang dengan syarat keduanya berada dalam posisi setara. Tidak ada yang merasa terpaksa atau tertekan.

Untuk menyampaikan keinginan, ada beberapa cara. Pertama, pasif alias tidak mampu mengungkapkan keinginan yang sebenarnya, merasa tidak berhak menolak dan berharap agar pacar-lah yang mengerti. Reaksi yang muncul biasanya nangis, diam tidak bicara, pergi meninggalkan pacar, atau nurut keinginan pacar.

Kedua, agresif, kebalikan dari pasif, ngotot agar orang lain menuruti keinginan kita, tidak mampu melihat bahwa orang lain punya hak untuk berpendapat juga. Bisa dibayangkan reaksi apa yang bisa terjadi, mulai dari teriak, marah, mengancam, mengumpat, sampai memukul.

Ketiga, asertif. Artinya mampu menyampaikan dengan jelas keinginan kita sekaligus tahu bahwa kita dan pacar, sama-sama punya hak untuk berpendapat. Komunikasi asertif inilah yang paling ideal untuk dilakukan. Persoalan yang paling banyak ditanyakan remaja adalah bagaimana "cara ngomong-nya". Bagaimana cara menyampaikan keinginan tanpa nyakitin atau malah menimbulkan pertengkaran di belakang. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diikuti.
Terima kasih . Semoga Bermanfaat .

Ketakutan Terbesarku


Repost @DwitasariDwita
Aku menulis ini ketika air mataku telah mengering. Kita baru selesai bercerita panjang lebar, kemudian kamu memilih untuk berhenti membuka semua duniamu karena ingin melanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak tahu bahwa pria setangguh dan sehumoris kamu pernah disakiti seluar biasa itu dan rasanya aku ingin marah besar, memukul, menangis, meradang, ketika tahu seorang wanita yang pernah menyakitimu, meminta kembali untuk menemuimu. Emosiku makin memuncak ketika mengetahui wanita itu mengucap sayang dan rindu hingga berembel-embel tak bisa melupakanmu. Saat itu, aku marah besar. Rasanya ingin kukeluarkan semua tenagaku untuk memaki wanita itu, tapi mengingat status kita yang hanya teman biasa, aku kembali bungkam untuk yang kesekian kalinya.

Akhir-akhir ini, meskipun pekerjaanku sangat banyak, ternyata aku masih punya waktu untuk memikirkanmu. Di sela-sela ketika aku menulis tentang karakter tokoh dalam novelku dan tokoh itu kurasa setampan kamu, aku langsung mengingatmu dan meraih ponsel untuk menghubungimu; walaupun sekali lagi pesan-pesanku selalu kaubalas dalam hitungan jam.

Kamu datang membawa energi-energi baru dalam redupnya duniaku. Aku, si penulis lugu yang senang menangis dalam tulisannya ini sedang sibuk meraih dan memilih luka mana yang harus diabadikan dalam tulisan. Lalu, kauhadir dengan membawa kebahagiaan yang sulit kupahami, kamu mengabaikanku dengan sangat gilanya tapi hal itu membuatku semakin ingin berada bersamamu.

Perkenalan kita biasa saja, itu semua karena kenakalanmu yang menggodaku dalam aplikasi chat yang digunakan para pencari jodoh di dunia maya. Aplikasi chat berisi orang-orang kesepian, yang mencari kehangatan dalam balutan tulisan dan candaan percakapan. Kita terjebak dalam ruang itu dan aku tak bisa melawan bahwa ada kenyamanan yang kaubawa dalam hari-hari sepiku. Kamu bercerita tentang dunia yang belum pernah kusinggahi, kamu bercerita mengenai pekerjaanmu, kisah cintamu yang pilu, keluargamu, dan segala hal yang membuatku merasa dihargai. Aku merasa punya hak tersendiri bisa mendengar ceritamu, darimu yang mengalami langsung.

Aku tak pernah berpikir bahwa kenyamanan ini akan berlanjut pada rasa takut kehilangan. Sementara kita, sedang dalam proses sama-sama mengobati luka lama, sama-sama trauma dalam cinta, dan sama-sama ingin fokus pada dunia kerja. Aku tak tahu apakah kenyamanan tumbuh karena kebosananku pada rutinitasku selama ini atau memang sosokmu yang spesial itu sengaja dikirimkan Tuhan untukku?

Dan kamu memeluk tubuhku seperti seorang kakak, mencium keningku seperti seorang ayah, mencium pipiku seperti seorang kekasih, berbisik di telingaku seperti seorang sahabat, menemaniku layaknya saudara; aku semakin terbiasa pada semua tindakanmu. Aku tak ingin berharap terlalu jauh, tapi kedekatan kita tak bisa melarangku untuk tidak memiliki perasaan apapun padamu. Rasanya bohong satu juta persen kalau aku tidak mencintaimu dan tidak takut kehilangan kamu. Aku tahu kaupun tak akan mungkin percaya ada cinta di mata seorang perempuan, yang kaukenal bisa mudah jatuh cinta dengan banyak orang. Ingin kujelaskan semua bahwa penilaianmu itu salah, kamulah satu-satunya jawaban dari doa panjangku. Aku ingin membawamu berjalan lebih jauh lagi, tapi aku pun belum berhasil mengobati perih lukamu, sisa-sisa masa lalumu. 

Aku terus ingin memelukmu, agar tidak pernah kehilangan kamu dan tak akan lagi mencicipi luka ditinggal saat sedang cinta-cintanya. Aku selalu ingin menahanmu pergi, ketika kauharus kembali bergelut dengan dunia kerja, di saat-saat itu juga kamu menghilang dan tanpa kabar. Aku selalu ingin agar waktu berhenti ketika kita bertemu, sehingga aku bisa lebih lama memandangimu, memelukmu, mengajakmu membicarakan mimpi-mimpi kita. 

Harapanku begitu besar padamu dan aku yakin ini semua salahku karena berharap terlalu tinggi. Tapi, apakah berharap menjadi milikmu adalah keinginan yang terlalu tinggi? Kita sudah terlalu dekat, namun ada sekat tak terlihat yang memisahkan hati kita masing-masing, sekat yang bertuliskan "Jangan lanjutkan atau kamu terluka sendirian." Trauma-trauma masa lalu yang masih aku dan kamu usahakan agar segera sembuh. Aku pernah menunjukkan air mata di depanmu dan kamu kebingungan mengapa wanita yang terlihat baik-baik saja seperti aku bisa menunjukkan air mata di depanmu?

Sebenarnya, sederhana saja. Air mata itu terjatuh bukan karena inginku, tapi keinginan hatiku yang tak ingin kamu pergi, tak ingin kita berakhir tanpa alasan yang jelas, tak ingin kita berhenti berjalan ketika di ujung jalan sana; kita telah melihat cahaya terang. Aku takut pada semua hal itu, pada kemungkinan-kemungkinan lain yang tak akan membuatku bahagia. Aku sudah menemukanmu dan tak ingin melepaskanmu, apalagi membiarkan wanita yang hidup di masa lalumu untuk kembali menyakitimu lagi. 

Sekarang, aku sedang ketakutan. Takut kamu berubah ketika aku sedang sangat merasa nyaman padamu. Aku takut kamu pergi ketika aku mulai meletakkanmu di sudut hatiku paling dalam. Ketakutan terbesarku adalah selama ini kamu hanya menganggapku temanmu dan ketika ada teman lain yang lebih baik; kamu akan pergi tanpa perasaan, seakan tak meninggalkan seseorang yang telah lama memperjuangaknmu.

dari adikmu
yang pengecut