Sebagai seorang pelajar, kamu bakal kerepotan dengan segala bentuk aktivitas kamu: sekolah, OSIS, nyuci baju, pedekate... rasanya 24 jam sehari itu enggak cukup! Eits, bentar dulu ... enggak harus selalu begitu kok. Ada caranya supaya nilai kamu tetep di atas rata-rata sementara kegiatan di luar sekolah kamu: les,ngerjain tugas, beres-beres kos, pacaran... semuanya tetep lancar. Mau tahu?
Yang pertama dan utama dalam manajemen waktu itu masalah PRIORITAS. Kamu mesti bisa membedakan mana yang lebih penting pada saat tertentu. Misalkan, besok kamu musti kumpulin tugas yang bejibun banyaknya dan tiba-tiba temen kamu nelpon buat curhat. Mana yang bakal kamu utamakan? Di sini dituntut kemampuan dan keberanian kamu buat Say NO kalau memang ada yang lebih penting.
Sekarang, misalkan kamu harus kerja part-time sementara itu ada praktikum di waktu yang sama. Nah, kalau sudah begini agak sulit. Pilihannya kembali ke prioritas kamu sendiri dan konsekuensi yang musti kamu tanggung. Yang jelas, semua pilihan selalu punya KONSEKUENSI. Tinggal yang mana yang lebih penting aja buat kamu.
Kedua yang musti kamu ingat Be here and now! Kalau kamu sudah menetapkan pilihan jam sekian sampai sekian saya akan ngapain, belajarlah untuk konsentrasi ke pekerjaan itu saja. Seringkali kita ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan pada saat yang bersamaan : ngerjain tugas sambil rapat di OSIS sambil ngatur acara di GEMA lewat sms. Percaya deh, hasilnya enggak ada bagus-bagusnya! Karena terlalu banyak yang harus dipikirkan, otak kita jadi bercabang-cabang dan enggak optimal kemampuannya. Makanya cobalah untuk berkonsentrasi di saat itu, di tempat itu.
Kalau perlu, pakailah agenda atau organizer buat mengingatkan diri kamu tentang janji yang sudah kamu buat atau kerjaan yang musti kamu selesaikan. Dengan begitu otak kamu juga enggak pusing karena harus inget sama semua janji kamu.
Kalau semua sudah kamu terapkan dan ternyata kamu masih keteteran juga? Wah, itu waktunya kamu buat evaluasi diri. Mungkin kegiatan kamu udah more than you can handle. Ingat, manusia punya keterbatasan! Keterbatasan waktu, keterbatasan badan. Jangan sampai kamu jatuh sakit gara-gara lupa makan karena terlalu sibuk. Atau sampai harus terapi ke psikolog karena stres berkepanjangan. Pengembangan diri itu emang penting banget, tapi apa artinya kalau yang kamu dapet cuma badan yang kelelahan dan pikiran yang kacau? Yah, balik lagi kemasalah prioritas deh. Kegiatan mana yang buat kamu emang lebih penting dan mana yang kurang penting. Kita memang enggak selamanya bisa mendapat semua yang kita inginkan.
Masa sekolah itu bisa jadi adalah masa yang paling menentukan dalam hidup seseorang. Di sini kamu bebas untuk jadi diri kamu, mengembangkan diri kamu menjadi apapun yang kamu mau. Menjadi seperti apa kamu di masa depan sangat ditentukan oleh siapa diri kamu, seperti apa diri kamu ketika kamu SMA. Karena itu, use your time wisely.Semoga bermanfaat ...
Ucapan Selamat Datang
Minggu, 12 Juli 2015
Bahagianya Orang Iklas
Berpikirlah terus teman,
bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas
jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.
"Ketahuilah, hari ini adalah
hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan
niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian".
Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya
menjelang Perang Yarmuk.(kata guru ngajiku).
Tak lama kemudian, datanglah
utusan Khalifah membawa sepucuk surat
untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di
dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar
dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang
terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang
Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.
Bagaimana sikap Khalid? Ia
menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun
kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. "Aku tidak berperang untuk
Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar," demikian ungkapnya.
Ia segera mendatangi Abu Ubaidah
bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang
habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu
adalah masa keemasan Khalid bin Walid.
Teman-temanku, betapa bahagianya
Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak
buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi
perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.
Kita harus mulai mengevaluasi
diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga
amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu
mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa
sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang
bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah,
bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan
pula dengan meluruskan niat.
Bagaimana agar kita bisa ikhlas?
Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah,
bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas
jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan
cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.
Teman-teman, orang ikhlas itu
pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri
(keutamaan) dalam hidupnya.
[1] Jarang kecewa terhadap dunia.
Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya
bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak
ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.
[2] Tidak pusing dengan
penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci
sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.
[3] Tidak membeda-bedakan amal
besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk
melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah.
Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak
ikhlas.
[4] Nikmat berbuat amal.
Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal.
Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.
[5] Tidak menonjolkan
"bendera". Orang ikhlas tidak berjuang
untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera
hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.
[6] Tidak ditipu setan.
Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan
menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas"
(QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a'lam .
"Berkatalah yang baik atau diam, karena sesungguhnya segala perbuatan akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak...."
Langganan:
Komentar (Atom)